Rabu, 15 Desember 2021

Percaya

Otakku menuntunku percaya 
Pada apapun yang tertuang 
Dan terlukis begitu nyata

Anganku mendorongku percaya 
Pada setiap yang terkias 
Dan terhidang begitu ruah 

Hatiku membimbingku percaya 
Pada segenap yang terbersit 
Dan meliput begitu pekat 

Rasaku mengajakku percaya 
Pada selaksa yang terpatri 
Dan meraup begitu liat 

Tapakku mengajakku percaya 
Pada gugusan yang tercetak 
Dan berderap begitu rancak 



Aliran

Aliran penaku  

Mengurai simpul-simpul 

Mengais dawai-dawai 


Aliran penaku 

Harapan akan pencerah

Harapan pada  pelita


Aliran penaku 

Bertumbuh mengakar

Bergeliat membara


Aliran penaku 

Jejakkan kisah 

Rekatkan tuah 



Kaca mata

Darimana dan untuk apa adamu 

Apakah kebaikan denganmu 

Atau justru keburukan karnamu 


Jika keterbatasan terbantu 

Mestinya cara pandang menembus 

Jika kekurangan terbantu 

Mestinya sudut pandang meluas 

Jika keterbelakangan terbantu 

Mestinya arah pandang melebar 

Jika kejumudan terbantu 

Mestinya limpat pandang meruah 







Jumat, 26 November 2021

Asal bersamamu

 Kagem sumua dulur PAJ


Melalui setiap hal ini

Asal bersamamu

Semua jadi mudah


Melewati selaksa liku ini

Asal bersamamu

Semua terasa indah


Menembus segenap riap ini

Asal bersamamu

Semua teratasi


Diantara tawa canda kita

Diantara kait jemari kita

Diantara duka nestapa kita

Diantara semua yg terjadi

Terlewati semua begitu ruah


Kebersamaan kita yg begitu nyata, begitu syahdu semoga senantiasa

hadirmu

 Hadirmu

Penuh cinta

Penuh do'a

Penuh puja


Hadirmu

Mengalunkan rasa yang membuncah

Menggetarkan nurani yang meletup

Mengalirkan damba yang melambung


Hadirmu

Memgemas syarat yang tertambat

Meriapkan derai yang terpaut

Melesatkan selaksa yang tertunai


Hadirmu

Bagai permata

Laksana cahaya

Membahana Cinta Nya



# yang tertoreh untuk sang cucu 

11/11/2021

untuk Guru

 Dalam setiap huruf yang tergores

Mengalir jariahmu


Dalam setiap kecap huruf yg terlintas diotak

Mengalir jariahmu


Dalam setiah bersitan terbenak dihati

Mengalir jariahmu


Dalam setiap titik terjejak dibuana

Mengalir jariahmu


Duhai,

Jika yang Maha begitu meninggikanmu

Betapa aku tak layak mengusikmu

Namun jahil diri sering masih melukaimu


Duhai

Bahwa dalam Luas cintamu adalah Rahman Nya

Bahwa dalam bening kasihmu adalah Rahim Nya


Duhai

Biar kuulur tangan menggapai dalam

Menyambut untaianmu 

Biar kutapak kaki meraih dalam

Menautkan kilauanmu


Agar ku terliput penuh makna

Agar ku terarah syarat hikmah


Untuk Guruku

Rabu, 10 November 2021

BOLEHKAH

 

 

Bolehkah aku menghormatimu dengan caraku

Meski berbeda namun sungguh bukan maksud mengurangkan

Bolehkan aku berpartisipasi dengan caraku

Meski tak sama namun sungguh bukan maksud menghindarkan

Bolehkan aku mewujudkan dengan caraku

Meski tak layak namun sungguh bukan maksud meremehkan

Bolehkah aku meneruskan dengan caraku

Meski sekadar sungguh bukan maksud mencelakan

Bolehkah aku menyatakannya dengan caraku

Meski hanya namun sungguh bukan maksud menghasutkan

Bolehkan aku menebarkan dengan caraku

Meski lirih namun sungguh bukan maksud menghampakan

 

Jika kita tahu pelangi begitu indah,

Kitapun tahu tak hanya satu warnanya

Jika kita tahu segala sesuatu terlaksa

Kitapun tahu partisinya tak hanya satu jenisnya

 

# Nun 4/11/2021 PAJ

PEMUDA

 


 

Kamu dalam masa kemilaumu

Maka bersiaplah lebih bersinar

Asahlah tuk menjadi lebih tajam

Karena kedepan jalan kian berliku

Dan tanjakan bukan berkurang terjalnya

Karena menjadi bintang

Harus bisa menembus pekat

Harus bercahaya dalam pijaran

Pun semua bukanlah pemberian

Kau semestinya menggapainya

Lalu menggenggamnya erat lekat

Melesatlah merentas selaksa

 

# har Sumpah Pemuda , by NUN 28102021 PAJ


 

TAKUT

 

Rasa takut ini,

Harusnya cukup bagiku

Bahwa begitu tipis imanku

Kepercayaanku padaMU

Amat rentan dan rawan

Dan hanya berkeluh

Tak jua beranjak

Membiarkannya membelenggu

Begitupun menjadi-jadi

Lalu makin jua

Terpuruk saja

 

# by Nun 28/10/2021

Gemerlap

 


 

Bolehkah aku mengaku santri ?

Jika santri hanya karena aku pernah atau sedang modok atau sedang menuntut ilmu

Ya , aku juga begitu ingin tetap diakui sebagai santri,

Dalam hingar bingar peringatan hari santri, selalu ada yang menggganjal dipojok hatiku,

Ada banyak hal yang harusnya tak berhenti disini, gemerlap ini sungguh bukan dunia santri

Identitas kita adalah kebersahajaan,

Dan kiprah juang santri dalam sejarahnya justru seakan sepi

Meski dahsyatnya begitu terasa

Aku begitu takut jjika aku jadi santri keblinger,

Gemerlap ini sungguh menakutkan, karena kerlipnya menyilaukan

Janganlah menjadi ganjalan santri berdikari

Untuk lebih berkarya dan berupaya nyata

Tak sekedar gemerlap yang sekejap

Santri tak butuh diakui karna gambarnya

Tapi santri memang semestinya diakui karena kharismanya teruji

                                                # hari santri by Nun 28 10 2021 at PAJ

Kamis, 05 Agustus 2021

Do'a

 Wahai Penguasa semesta

Izinkan ku langitkan

Rangkaian pinta

Bersandar dalam kepemurahan Mu

Bertaut atas Maha Mendengar Mu

Dan

Engkau yang Maha Tahu

Berikan kemudahan

Kemudahan yang makin membuat kami bersyukur

Berikan kemenangan

Kemenangan yang membawa kami makin tunduk

Izinkan kami bersimpuh penuh

Bahwa semua dalam kendali Mu

Atas tangan kami

Dan tangan tangan mereka

Pun jika asa ini Kau penuhkan

Jangan biarkan kami lalai

Jangan biarkan kami abai

Bahwa semua semata,

Bukan karena tangan kami atau mereka

Bukan karena doa pun karya yg tak seberapa

Duhai Penggenggam segala daya

Penuhi hati kami

Dengan kepercayaan pada Mu

Dengan sinaran Cahaya Cinta Mu

Dingin

Dingin yang menggigilkan Apakah dari luar diri, atau justru dari dalam diri Berselimutpun tetap diantara Setidaknya satu sisi sedikit hangat...