alur yang melaju, menorehkan
luka goresan mengguratkan
bekas yang terukir
mengalunkan cerita
tentang lara
atau tentang cita
namun bekas yang tercetak
selalu menjadi jejak
berhendak jadi pijakan
nan nanti tak musti
alur yang melaju, menorehkan
luka goresan mengguratkan
bekas yang terukir
mengalunkan cerita
tentang lara
atau tentang cita
namun bekas yang tercetak
selalu menjadi jejak
berhendak jadi pijakan
nan nanti tak musti
Birunya langit yang membentang
Angin yang mengalun
Dan desau deaunan
Mereka tidak diam,
Mengalirkan tasbih
Mengantarkan ribuan doa selaksa
Bahkan doa orang yang teraniaya
نون
Ditiap kita melakukan sesuatu, misal berpakaian, makan, mandi, menyapu, tidur dll...jika kita berniat karena Allah yg nyuruh kita atau karena Nabi yg mencontohkan sehingga kita melakukan itu semua sesuai dengan yang Allah mau atau yg Nabi ajarkan maka itulah ibadah kita, dengan kesadaran untuk tunduk pada perintah dan aturan Nya, begitu pun jika kita melakukan shalat, puasa baca Qur'an namun hanya agar dipuji atau sekedar kebiasaan bukan kah itu merugikan?
Bisa saja yang nampak sebagai amal dunia itu justru yg menyelamatkan kita dan kita berlindung dari amal yg sia²....Aamiin
Teman belajarku, maafkan segalaku
atas ceteknya ilmuku
atas sempitnya pikirku
atas rapuhnya dayaku
atas sempitnya egoku
Teman belajarku, maafkan semua
jika aku tak seteguh itu
jika aku tak sepintar itu
jika aku tak sehebat itu
jika aku tak sebaik itu
Teman belajarku, maafkan aku
yang memikatmu dengan karisma yang semu
yang menjebakmu dalam kebodohanku
yang menjeratmu diantara labil emosiku
yang mengekangmu begitu sepat
Teman belajarku,
sesungguhnya meski kau menyebutku guru,
kadang itu tak pantas bagiku
dan sejatinya aku belajar banyak darimu
agar aku kian menekuri
lalu bersujud makin dalam
atas titah - Nya yang tak terjalani sempurna
Teman belajarku, sedianya ku pinta
mohonkan ampun untuk ku
Pada Pemilik segenap dan selaksa
serta mohonkan naungan untukku,
selalu dan senantiasa dengan Rahman-NYA
25-11-25
نون
Teman
terlibat denganku,
mungkin....kau resah, sedih, sesak
mungkin....kau sebal, marah, kecewa
mungkin...kau jengah, muak, menyerah
maaf jika begitu cerita kita
Teman....
terkait denganku
bisa saja aku pongah, lengah atau payah
bisa jadi aku bebal, naif dan pekat
bisa-bisanya aku membuatmu tercekat
maafkan jika begitu cerita kita
Teman...
bersamamu,
aku menapaki luasnya dunia
aku gapai indahnya warna
aku raih berbagai bintang gemintang
aku teguk segarnya samudra
terimakasih kau ada di cerita kita
Teman...
disampingmu,
aku hangat terlepaskan dari gigil kesendirian
aku ruah dalam gelora buncahmu
aku terlabuh pada Kasih-Nya menghadirkanmu
mensyukuri segenap
mengantarkanku tertunduk
terimakasih kau hadir di cerita kita
25-11-25
نون
Selamat Hari Guru
Allah senantiasa melimpahkan Rahman dan Rahim-Nya
kagem panjenengan semua
Aamiin
senantiasa do'a mengalir,
dalam nafas raga ini yang tertoreh jejakmu
jiwa ini telah terukir karnamu
hati ini telah terjalin karenamu
meluruhkan dalam sujud yang tunduk
maafkan jika laku dan lisanku, melukaimu
ampunkan saat tandukku menggoresmu
relakan bila riap dan tatihku mengusikmu
mohonku, engkau tak terliput oleh cela dan luka-ku
Pada Penggenggam jiwa
segala asa berlabuh
segenap pinta akan naunganm-Mu
kagem panjenengan semua Guruku
dimanapun senantiasa Robb jaga
sepenuh dalam dan seluas
Aamiin....
25-11-25
نون
Mengalir
Menenikmati cahaya mentari yang menyapa
dari sendu hingga merekah, menghangatkan derai dari gigil yang menyesakkan,
mestinya mengingatkan kita bahwa diapun hanya menjalankan titah, yang bahkan
lebih taat daripada makhluknya yang berakal ini. Entahlah kenapa justru akalnya
lebih banyak digunakan untuk menggulungkan sekian tapi dalam ketaatannya
sebagai alasan yang sungguh ada-ada saja.
Menghirup udara ini seringkali kita tak
sadari, nikmat mengalir tak tereja, yang bahkan kita baru menyadari saat
diambang batas, atau saat ketiadaannya. Baru meluruh saat kita terdesak dan
merasa butuh, nan saat melimpah kita begitu saja terlena, bahkan tak jarang
mengagungkan yang sama sekali bukan karena kita juga bukan milik kita.
Mendengarkan berbagai alunan dan bisikan,
menggelitik dawai hati yang semestinya mengalirkan rasa takjub dan bersujud,
bahwa semesta begitu syahdu mengalunkan nada-nada. Membuai kita dalam balutan
yang menentramkan bukan justru melenakan hingga alpa segala yang semestinya,
pun menggunakannya justru tuk menjauh dari Nya
Melihat sekitar dengan aneka
warna-warninya, yang cemerlang atau yang menyejukkan, yang menyilaukan atau
yang meredupkan, sungguh mestilah mengantarkan pada kesadaran akan kuasa Nya,
sungguh kita bukanlah apa-apa. Namun ber aku dengan kecongkakan yang berkali
dan mengerat.
نون
DAUN JATUH
Dan tiap helai daun yang jatuhpun tak ada
yang terlepas dari kehendak Nya dan catatan Nya, adakah yang terlintas jika
kita bisa lepas sedetikpun dari pengawasan-Nya. Bahwa kemaha tahuan-Nya adalah
meliputi lebih dari semesta dalam keluasan waktu dan tempat yang tanpa batas
tanpa tapi.
Ada disaat merasa sudah berbuat kebaikan
dan lalu merasa juga bahwa kebaikan yang kita dapatkan adalah dari apa yang
kita lakukan. Sungguh pun itu adalah kesombongan, tidak ada yang bisa kita
lakukan selain dari kuasa Nya, dan dalam kehendak Nya. Maka semestinya kita
tundukkan bahwa kebaikan yang berlimpah adalah karena kepemurahan Nya-lah yang
lebih melimpah dari semuanya.
نون
selalu mengingatmu
menumpuk rinduku
lekat dirasa
mengerat di hati
pada senyummu, yang menentramkan
pada ratapmu, yang melindungi
pada rengkuhmu menjaga kami
tanpa jeda waktu
tanpa limpat jarak
meski tak tersalut raga
tak tertirai abad
pu kami gaungkan salam
penuh rindu dan harap
meski gapai kami tertatih
pada uswahmu yang meluas
percaya penuh atas cintamu
yang tak terbatas tak terhingga
Salam 'alaika ya Nabi
نون
Rinai ini harusnya mengingatkan pada-Mu
tentang yang tercurah, melingkupi penuh
tentang yang melimpah menaungi senantiasa
tentang semesta yang mestinya meluruhkan
tentang diri yang layaknya bertunduk
# المطر
نون
alur yang melaju, menorehkan luka goresan mengguratkan bekas yang terukir mengalunkan cerita tentang lara atau tentang cita namun bekas ya...