Rabu, 10 November 2021

PEMUDA

 


 

Kamu dalam masa kemilaumu

Maka bersiaplah lebih bersinar

Asahlah tuk menjadi lebih tajam

Karena kedepan jalan kian berliku

Dan tanjakan bukan berkurang terjalnya

Karena menjadi bintang

Harus bisa menembus pekat

Harus bercahaya dalam pijaran

Pun semua bukanlah pemberian

Kau semestinya menggapainya

Lalu menggenggamnya erat lekat

Melesatlah merentas selaksa

 

# har Sumpah Pemuda , by NUN 28102021 PAJ


 

TAKUT

 

Rasa takut ini,

Harusnya cukup bagiku

Bahwa begitu tipis imanku

Kepercayaanku padaMU

Amat rentan dan rawan

Dan hanya berkeluh

Tak jua beranjak

Membiarkannya membelenggu

Begitupun menjadi-jadi

Lalu makin jua

Terpuruk saja

 

# by Nun 28/10/2021

Gemerlap

 


 

Bolehkah aku mengaku santri ?

Jika santri hanya karena aku pernah atau sedang modok atau sedang menuntut ilmu

Ya , aku juga begitu ingin tetap diakui sebagai santri,

Dalam hingar bingar peringatan hari santri, selalu ada yang menggganjal dipojok hatiku,

Ada banyak hal yang harusnya tak berhenti disini, gemerlap ini sungguh bukan dunia santri

Identitas kita adalah kebersahajaan,

Dan kiprah juang santri dalam sejarahnya justru seakan sepi

Meski dahsyatnya begitu terasa

Aku begitu takut jjika aku jadi santri keblinger,

Gemerlap ini sungguh menakutkan, karena kerlipnya menyilaukan

Janganlah menjadi ganjalan santri berdikari

Untuk lebih berkarya dan berupaya nyata

Tak sekedar gemerlap yang sekejap

Santri tak butuh diakui karna gambarnya

Tapi santri memang semestinya diakui karena kharismanya teruji

                                                # hari santri by Nun 28 10 2021 at PAJ

Kamis, 05 Agustus 2021

Do'a

 Wahai Penguasa semesta

Izinkan ku langitkan

Rangkaian pinta

Bersandar dalam kepemurahan Mu

Bertaut atas Maha Mendengar Mu

Dan

Engkau yang Maha Tahu

Berikan kemudahan

Kemudahan yang makin membuat kami bersyukur

Berikan kemenangan

Kemenangan yang membawa kami makin tunduk

Izinkan kami bersimpuh penuh

Bahwa semua dalam kendali Mu

Atas tangan kami

Dan tangan tangan mereka

Pun jika asa ini Kau penuhkan

Jangan biarkan kami lalai

Jangan biarkan kami abai

Bahwa semua semata,

Bukan karena tangan kami atau mereka

Bukan karena doa pun karya yg tak seberapa

Duhai Penggenggam segala daya

Penuhi hati kami

Dengan kepercayaan pada Mu

Dengan sinaran Cahaya Cinta Mu

Senin, 21 Juni 2021

Sang Guru


Sang Guru perindu Mu

Telah Kau panggil kembali 

Karna memang Kuasa Mu 

Dan kami pun syahdu 

Segala terbayang 

Tentang petuahmu 

Dan do'amu yg senantiasa mengalir 

Melangitkan pula pinta kami 

Menerangi langkahmu 

Menuju Nya penuh maghfiroh Nya 

Dan izinkan kami 

Melanjutkan yang kau jejakkan 

Meski dengan tapak lemahku 

Melebarkan Cinta Nya ke semesta 



*** mengenang penuh doa kagem Abah...

           KH Dr.M. Nadjib , M.Ag , M.Pd




Minggu, 06 Juni 2021

Salahku

  

Salahkan dirimu sendiri

Jika lalu terjerembab sakit

Salahkan naifmu sendiri 

Jika lalu terpuruk lelah 

Salahkan bebalmu sendiri 

Jika lalu terantuk jatuh 

Salahkan lemahmu sendiri 

Jika lalu bersedih lara 

Salahkan riapmu sendiri 

Jika lalu tergores kecewa 

Bahkan ku tahu, 

Tak semestinya aku 

Terlalu harap 

Terlalu ingin 

Terlalu lalai 

Terlalu abai 

Terlalu pongah 

Terlalu  gerah 

Pada yang hanya ini 

tak semestinya aku bertambat 

Pada yang sekedar ini 

tak seharusnya aku berlabuh 

Dan....

Tautkan hanya pada Nya 

Asakan hanya pada Nya 

Rapatkan hanya pada Nya 


ن












Tautan hati

 Teman...

Sungguh ku selalu larut dlm tawamu

Meski ku tahu ada penat menderamu

Sungguh ku selalu terliput atas semangatmu

Meski ku rasa ada resah mengusikmu

Dan semua makin pecah

Jika semua berbuah gemilang

Hilang begitu saja

Aral yg mengusik

Lelah yg menggoda

Ataupun intrik yg menelisik

Lalu...

Aneka gayapun tercetak

Aneka posepun terpancar

Bersahutan diantara celoteh

Berbaur dalam riuh kebersamaan

Kita selalu bisa karena kita padu

Begitu saja tangan kita yg senantiasa terpaut

Bukan tanpa beda

Bukan tanpa jeda

Tapi nyatanya kitapun teranyam

Dan simfoni indah ini justru karna kita beragam

Dan justru karna kita saling menjaga dan semestinyalah melautkan ego yg pastinya tak seberapa

Betapapun ini adalah karunia dan kasih Nya

Semoga senantiasa adanya


#catatan tuk dulur2 PAJ - ku 😊

Kesan

 Masih terngiang celotehmu yg menggelitik

Meski sua kita terjeda jarak

Masih terbayang riang tawamu yg menular

Meski lalu kita terjeda sementara

Dan lalu kamu sudah memakai lambang kebesaranmu

Berlenggang dengan senyum lebarmu

Bahkan bersorak dengan kebanggaanmu

Dan kami masih terpaku

Serasa semua masih sekejap

Serasa semua belumlah cukup

Serasa semua begitu sedikit

Atas apa yg harus kami sampaikan

Atas apa yg musti kami torehkan

Atas apa yg selayaknya kami jabarkan

Namun...

Kami percaya bahwa

Kau akan terus melangkah dan jangkaumu makin   luas 

Kau akan lalu melompat dan makin besar titianmu

Kau akan segera terbang dan makin tinggi capaianmu

Jadi...

Izinkan kami ikut tersenyum saat gemilangmu,

Meski mungkin kau tak lagi mengingatku


# catatan tuk anak2 paj 19_20 dan 20_21

Asa

 Taburan mutiara ini

Hanya tentang kalian

Terenda dlm bingkai kasih

Mengaitkan untaian makna berlimpah

Kesan berlintasan

Tentang tawa canda

Bahkan tentang duka atau luka

Semua terpatri bersejarah

Menjadi rangkaian kisah nan indah

Pesan bergulir mengalirkan

Serentas harap dan hikmah

Atas asa keberhasilan kalian

Pun juga penjagaan atas kalian

Rentangkan tangan melebar

Kepakkan sayap meluas

Derapkan langkah membahana

Gapai selaksa

Raih semesta

Ketika kalian melambung, bahagia meresapi kami

Ketika kalian melesat, kebanggaan kami pun meruah

Pun jika kalian tersendat, ingatkan kami tuk merengkuh

Karena kami selalu melangitkan tuk kalian semua 

Biarkan doa melanggengkan tali kita tersambung

Dan izinkan hati terus terpaut


# catatan tuk anak paj 19_20 dan 20_21

Jumat, 07 Mei 2021

Merindu

 

Menabur benih benih rindu ini

Hanya demi menguatkan debaran ini

Yang menggelora tanpa jeda dan meriap

Merangkumkan semesta harap

Meski kadang terpaan aneka menggigilkan

Pun sampai menyurutkan sekejap

Dan lagi bersegera kembali berderap


Izinkan ku kemas letupan letupan rindu ini

Hanya demi meresapi gemuruh ini

Yang menembus tanpa batas dan meruah

Melingkupi segenap rasa yang buncah

Meski kadang terselip gelisah meliput

Pun kadang sampai meredupkan sekerjap

Dan lalu bergegas kembali melambungkan

Pijar ini ber asa rengkuhmu

Penuh pinta pada Pemilik mu

Selaksa ampun atas yang seberani ini 

Asa berpantas sua dengan mu kelak

Tuk sekedar berpayung dalam bias cintamu









Betapa ingin

 

Betapa kuingin

Menuju Mu tanpa jeda

Bersama semesta yang senantiasa

Melaju dalam daur titah Mu


Betapa ku ingin 

Merapat pada Mu tanpa sela 

Bersama selaksa yang bergelimang 

Merentas dalam liput titah Mu 


Betapa ku ingin 

Merunduk  penuh pada Mu 

Bersama segenap hiruk pikuk ku 

Meluruh penuh pada titah Mu 


Betapa ku ingin 

Meresapkan gejolak jiwa yang resah 

Bersama riap yang riuh menyesak 

Meleburkan damba dan cinta dibawah titah Mu





Dingin

Dingin yang menggigilkan Apakah dari luar diri, atau justru dari dalam diri Berselimutpun tetap diantara Setidaknya satu sisi sedikit hangat...