Rasa takut ini,
Harusnya
cukup bagiku
Bahwa
begitu tipis imanku
Kepercayaanku
padaMU
Amat
rentan dan rawan
Dan
hanya berkeluh
Tak jua
beranjak
Membiarkannya
membelenggu
Begitupun
menjadi-jadi
Lalu
makin jua
Terpuruk
saja
# by
Nun 28/10/2021
Rasa takut ini,
Harusnya
cukup bagiku
Bahwa
begitu tipis imanku
Kepercayaanku
padaMU
Amat
rentan dan rawan
Dan
hanya berkeluh
Tak jua
beranjak
Membiarkannya
membelenggu
Begitupun
menjadi-jadi
Lalu
makin jua
Terpuruk
saja
# by
Nun 28/10/2021
Bolehkah
aku mengaku santri ?
Jika
santri hanya karena aku pernah atau sedang modok atau sedang menuntut ilmu
Ya ,
aku juga begitu ingin tetap diakui sebagai santri,
Dalam
hingar bingar peringatan hari santri, selalu ada yang menggganjal dipojok
hatiku,
Ada
banyak hal yang harusnya tak berhenti disini, gemerlap ini sungguh bukan dunia
santri
Identitas
kita adalah kebersahajaan,
Dan
kiprah juang santri dalam sejarahnya justru seakan sepi
Meski
dahsyatnya begitu terasa
Aku begitu
takut jjika aku jadi santri keblinger,
Gemerlap
ini sungguh menakutkan, karena kerlipnya menyilaukan
Janganlah
menjadi ganjalan santri berdikari
Untuk
lebih berkarya dan berupaya nyata
Tak
sekedar gemerlap yang sekejap
Santri
tak butuh diakui karna gambarnya
Tapi
santri memang semestinya diakui karena kharismanya teruji
#
hari santri by Nun 28 10 2021 at PAJ
Wahai Penguasa semesta
Izinkan ku langitkan
Rangkaian pinta
Bersandar dalam kepemurahan Mu
Bertaut atas Maha Mendengar Mu
Dan
Engkau yang Maha Tahu
Berikan kemudahan
Kemudahan yang makin membuat kami bersyukur
Berikan kemenangan
Kemenangan yang membawa kami makin tunduk
Izinkan kami bersimpuh penuh
Bahwa semua dalam kendali Mu
Atas tangan kami
Dan tangan tangan mereka
Pun jika asa ini Kau penuhkan
Jangan biarkan kami lalai
Jangan biarkan kami abai
Bahwa semua semata,
Bukan karena tangan kami atau mereka
Bukan karena doa pun karya yg tak seberapa
Duhai Penggenggam segala daya
Penuhi hati kami
Dengan kepercayaan pada Mu
Dengan sinaran Cahaya Cinta Mu
Telah Kau panggil kembali
Karna memang Kuasa Mu
Dan kami pun syahdu
Segala terbayang
Tentang petuahmu
Dan do'amu yg senantiasa mengalir
Melangitkan pula pinta kami
Menerangi langkahmu
Menuju Nya penuh maghfiroh Nya
Dan izinkan kami
Melanjutkan yang kau jejakkan
Meski dengan tapak lemahku
Melebarkan Cinta Nya ke semesta
*** mengenang penuh doa kagem Abah...
KH Dr.M. Nadjib , M.Ag , M.Pd
Salahkan dirimu sendiri
Jika lalu terjerembab sakit
Salahkan naifmu sendiri
Jika lalu terpuruk lelah
Salahkan bebalmu sendiri
Jika lalu terantuk jatuh
Salahkan lemahmu sendiri
Jika lalu bersedih lara
Salahkan riapmu sendiri
Jika lalu tergores kecewa
Bahkan ku tahu,
Tak semestinya aku
Terlalu harap
Terlalu ingin
Terlalu lalai
Terlalu abai
Terlalu pongah
Terlalu gerah
Pada yang hanya ini
tak semestinya aku bertambat
Pada yang sekedar ini
tak seharusnya aku berlabuh
Dan....
Tautkan hanya pada Nya
Asakan hanya pada Nya
Rapatkan hanya pada Nya
ن
Teman...
Sungguh ku selalu larut dlm tawamu
Meski ku tahu ada penat menderamu
Sungguh ku selalu terliput atas semangatmu
Meski ku rasa ada resah mengusikmu
Dan semua makin pecah
Jika semua berbuah gemilang
Hilang begitu saja
Aral yg mengusik
Lelah yg menggoda
Ataupun intrik yg menelisik
Lalu...
Aneka gayapun tercetak
Aneka posepun terpancar
Bersahutan diantara celoteh
Berbaur dalam riuh kebersamaan
Kita selalu bisa karena kita padu
Begitu saja tangan kita yg senantiasa terpaut
Bukan tanpa beda
Bukan tanpa jeda
Tapi nyatanya kitapun teranyam
Dan simfoni indah ini justru karna kita beragam
Dan justru karna kita saling menjaga dan semestinyalah melautkan ego yg pastinya tak seberapa
Betapapun ini adalah karunia dan kasih Nya
Semoga senantiasa adanya
#catatan tuk dulur2 PAJ - ku 😊
Masih terngiang celotehmu yg menggelitik
Meski sua kita terjeda jarak
Masih terbayang riang tawamu yg menular
Meski lalu kita terjeda sementara
Dan lalu kamu sudah memakai lambang kebesaranmu
Berlenggang dengan senyum lebarmu
Bahkan bersorak dengan kebanggaanmu
Dan kami masih terpaku
Serasa semua masih sekejap
Serasa semua belumlah cukup
Serasa semua begitu sedikit
Atas apa yg harus kami sampaikan
Atas apa yg musti kami torehkan
Atas apa yg selayaknya kami jabarkan
Namun...
Kami percaya bahwa
Kau akan terus melangkah dan jangkaumu makin luas
Kau akan lalu melompat dan makin besar titianmu
Kau akan segera terbang dan makin tinggi capaianmu
Jadi...
Izinkan kami ikut tersenyum saat gemilangmu,
Meski mungkin kau tak lagi mengingatku
# catatan tuk anak2 paj 19_20 dan 20_21
Taburan mutiara ini
Hanya tentang kalian
Terenda dlm bingkai kasih
Mengaitkan untaian makna berlimpah
Kesan berlintasan
Tentang tawa canda
Bahkan tentang duka atau luka
Semua terpatri bersejarah
Menjadi rangkaian kisah nan indah
Pesan bergulir mengalirkan
Serentas harap dan hikmah
Atas asa keberhasilan kalian
Pun juga penjagaan atas kalian
Rentangkan tangan melebar
Kepakkan sayap meluas
Derapkan langkah membahana
Gapai selaksa
Raih semesta
Ketika kalian melambung, bahagia meresapi kami
Ketika kalian melesat, kebanggaan kami pun meruah
Pun jika kalian tersendat, ingatkan kami tuk merengkuh
Karena kami selalu melangitkan tuk kalian semua
Biarkan doa melanggengkan tali kita tersambung
Dan izinkan hati terus terpaut
# catatan tuk anak paj 19_20 dan 20_21
Menabur benih benih rindu ini
Hanya demi menguatkan debaran ini
Yang menggelora tanpa jeda dan meriap
Merangkumkan semesta harap
Meski kadang terpaan aneka menggigilkan
Pun sampai menyurutkan sekejap
Dan lagi bersegera kembali berderap
Izinkan ku kemas letupan letupan rindu ini
Hanya demi meresapi gemuruh ini
Yang menembus tanpa batas dan meruah
Melingkupi segenap rasa yang buncah
Meski kadang terselip gelisah meliput
Pun kadang sampai meredupkan sekerjap
Dan lalu bergegas kembali melambungkan
Pijar ini ber asa rengkuhmu
Penuh pinta pada Pemilik mu
Selaksa ampun atas yang seberani ini
Asa berpantas sua dengan mu kelak
Tuk sekedar berpayung dalam bias cintamu
Betapa kuingin
Menuju Mu tanpa jeda
Bersama semesta yang senantiasa
Melaju dalam daur titah Mu
Betapa ku ingin
Merapat pada Mu tanpa sela
Bersama selaksa yang bergelimang
Merentas dalam liput titah Mu
Betapa ku ingin
Merunduk penuh pada Mu
Bersama segenap hiruk pikuk ku
Meluruh penuh pada titah Mu
Betapa ku ingin
Meresapkan gejolak jiwa yang resah
Bersama riap yang riuh menyesak
Meleburkan damba dan cinta dibawah titah Mu
Jika dzikir kita masih
Terpaku pada hitungan
Tidakah kita malu
Saat yang kita dapat sungguh tak terhitung
Jika dzikir kita masih
Tersendat aneka ingin dan tuju yang fana
Tidakkah kita jenggah
saat yg dilimpahkan sungguh tak ter-eja
Jika dzikir kita masih
Terantuk ragam gejolak
Tidakkah kita riap
Saat yg mengaliri kita sungguh meruah
Dingin yang menggigilkan Apakah dari luar diri, atau justru dari dalam diri Berselimutpun tetap diantara Setidaknya satu sisi sedikit hangat...